Menjadi produktif dan konsisten adalah dambaan semua penulis. Dua kata ini adalah kunci agar penulis punya banyak karya dan penghasilan.
Masalahnya, rutin menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Penulis butuh tabungan berupa ide-ide yang siap dijadikan bahan tulisan. Agar tidak punya kesempatan untuk berhenti menulis.
Tetapi, berbagai kendala bikin penulis sulit menemukan ide-ide segar. Perfeksionisme, idealisme, niche, kritik, hingga ekspektasi adalah sebagian kendala yang bikin penulis sulit berkreasi dengan ide baru. Parahnya, banyak ide segar mungkin tak sengaja dibuang akibat kendala-kendala tersebut, dan penulis semakin sulit mendapatkan ide lain.
Dulu, saya mengalami hal serupa. Kepala rasanya kosong dan buntu saat butuh ide. Akibatnya, saya pernah tak menulis apa pun dalam sehari. Kadang-kadang, dalam seminggu, saya tidak menghasilkan apa pun, baik itu tulisan jadi atau coret-coretan.
Demi keluar dari situasi itu, saya memaksa diri untuk menulis topik apa pun yang muncul di kepala, mau itu penting atau remeh. Waktu menulisnya tergantung pada waktu luang, biasanya 10-20 menit. Saya pun menulisnya di mana saja; di mobil, pinggir jalan, teras supermarket, atau di mana pun saya berada.
Gara-gara kebiasaan ini, saya punya banyak tabungan ide yang siap dieksekusi. Sekarang, kalau dihitung-hitung, setidaknya saya bisa bikin satu tulisan dalam sehari untuk dua bulan ke depan.
Saya mulanya tak tahu apakah kebiasaan ini masuk dalam salah satu teori menulis. Usai berselancar di internet, saya menemukan sebuah teori yang cara kerjanya mirip dengan kebiasaan saya. Namanya Free Writing.
Apa Itu Free Writing?
Free Writing adalah praktek menulis dengan cara menulis suatu topik dalam jangka waktu tertentu tanpa memperhatikan aturan menulis (tanda baca, tata bahasa, ejaan, struktur, dan sebagainya). Simpelnya, Free Writing memungkinkan kamu untuk menulis dengan bebas tanpa gangguan, baik oleh dirimu sendiri maupun orang lain, selama waktu yang ditentukan.
Singkirkan peranmu dalam Free Writing. Buang semua skill menulis yang kamu tahu. Beri kebebasan pada pikiran dan tanganmu. Biarkan pikiranmu bicara dan tanganmu menulisnya. Jangan ganggu atau hentikan mereka. Pokoknya, sebelum waktu habis, kamu nggak diajak!
Alasan mengapa Free Writing dilakukan tanpa aturan menulis adalah Free Writing tidak ditujukan untuk menghasilkan tulisan siap saji, tapi sekadar coret-coretan atau ide mentah. Soalnya, kalau memulai dengan ide mentah, kamu punya peluang untuk menemukan ide atau inspirasi baru. Dalam konteks ini, aturan menulis adalah penghambat karena bikin fokusmu terbelah menjadi dua; tidak hanya pada ide, tapi juga aturan.
Oleh karena itu, Free Writing memberi kebebasan menulis agar aliran ide lebih optimal, menambah peluang untuk menyimpan ide-ide bagus yang biasanya tak sengaja terbuang.
Tulislah semua ide tentang topik tulisanmu, tak peduli apakah itu terdengar gila, liar, berbahaya, bodoh, atau konyol–itu bisa diurus nanti. Biarkan saja idemu mengalir deras, seperti air matamu yang keluar karena ditinggal mantan menikah.
Kira-kira, beginilah gambaran kegiatan Free Writing:
Siang ini, kamu tiba di Fore Coffee untuk meeting dengan klien, tapi klienmu bilang bakal telat 10 menit dari waktu temu. Daripada bengong, kamu mengambil kertas dan pena, lalu menulis opini soal “orang yang suka terlambat”. Kamu terus menulis dengan bebas, mencurahkan semua isi kepalamu tanpa sensor, lalu berhenti setelah 10 menit. Abakadabra, kamu sukses melakukan Free Writing.
“Loh, kok gampang banget?”
Kalau kamu menganggapnya mudah, kamu harus tahu bahwa Free Writing memang segampang itu.
Setelah kamu punya ide mentah dari Free Writing, satu-satunya yang perlu kamu lakukan adalah menyuntingnya agar layak diunggah di berbagai media dan bermanfaat bagi banyak orang.
Secara konsep, Free Writing mirip seperti tips Jangan Takut Menulis Buruk yang pernah saya bagikan. Bedanya, kamu harus mematuhi beberapa aturan dalam Free Writing.
Apa Saja Aturan dalam Free Writing?
“Lho, tadi katanya jangan pedulikan aturan menulis, sekarang kok ada aturan? Lagian, namanya kan Free Writing (Menulis Bebas). Bebas kok diatur-atur?”
Sebenarnya, aturan dalam Free Writing hanyalah aturan “tak tertulis”. Fungsinya bukan mengatur kebebasanmu, tapi mengoptimalkan Free Writing yang kamu lakukan. Aturan-aturan ini juga berguna sebagai tips.
Jadi, apa saja aturan dalam Free Writing?
1) Tentukan waktu
Jika kamu dikejar waktu, otakmu terpaksa berpikir cepat dan buru-buru mengalirkan semua ide ke kertas kosong. Kamu hanya fokus mencatat semuanya sebelum waktu habis. Kamu pun terhindar dari peluang untuk berpikir atau menjadi perfeksionis karena tak ada waktu untuk melakukannya.
2) Jangan berhenti, tetap menulis
Kalau berhenti menulis, kamu punya peluang untuk mengendalikan apa yang ditulis. Berhenti menulis cuma bikin kamu mengoreksi tulisan dan mempertimbangkan ide-ide yang mengalir. Lagian, kamu punya waktu terbatas, berhenti menulis hanya akan mengulur waktumu. Menulislah tanpa henti, bahkan jika itu hanya kalimat acak yang tak berarti.
3) Tulis dalam bentuk kalimat atau paragraf
Daripada menulis dalam bentuk kata, lebih baik menulis kalimat atau paragraf. Ini membantu ide agar mengalir terus secara alami. Inti dari kalimat atau paragraf juga lebih mudah dipahami daripada penggalan kata, jadi kamu tidak kesulitan saat mengembangkan ide tersebut.
4) Jangan menyunting tulisanmu
Iya, kamu memang terbiasa mengedit tulisan jelek, tapi Free Writing adalah soal bagaimana kamu membiarkan ide mengalir lancar, tak peduli apakah itu baik atau buruk. Menyunting cuma bikin kamu membuang atau mencoret ide-ide segar demi terlihat “sempurna”, padahal sempurna bukan tujuan Free Writing. Kamu juga akan membuang-buang waktu bila nekat menyunting. Lakukan penyuntingan saat Free Writing selesai.
5) Jangan pedulikan kaidah-kaidah menulis yang benar
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jangan pedulikan kaidah atau aturan menulis saat melakukan Free Writing. Kesalahan penulisan bukanlah masalah. Silakan menulis dengan cara apa pun, bahkan menggunakan bahasa bayi atau bahasa alien sekalipun. Fokus utamamu adalah meluapkan semua ide hingga waktu habis. Kalau ide-ide itu hanya bisa kamu ungkapkan dengan bahasa paling aneh sedunia, maka lakukanlah!
6) Jangan kendalikan dirimu
Lepas kendalimu. Jangan berpikir logis. Jangan gunakan perasaan. Hilanglah kendali agar pikiran liar mengalir tanpa batas, dan terkejutlah karena ide-ide gila yang selama ini tersembunyi dalam dirimu. Jika kamu tidak berkenan dengan hasilnya, kamu bisa menghapusnya nanti.
7) Jangan takut tulisanmu buruk
Semua tulisan yang dibikin tanpa aturan pasti jelek. Penulis profesional yang menulis tanpa aturan pun tulisannya pasti jelek. Tetapi, poin utama Free Writing bukanlah soal tulisan jelek atau bagus. Kalau tulisan jelek itu sudah memuat semua ide di kepalamu, artinya kamu sudah melakukan Free Writing dengan baik.
Apa Manfaat Free Writing?
Sebagai teknik menulis yang populer, Free Writing punya berbagai manfaat, yaitu:
1) Menghindari Writer’s Block
Free Writing berguna untuk mengeluarkan semua ide, baik itu ide bagus, aneh, hingga gila. Semakin banyak ide yang keluar, semakin kecil peluang kamu mengalami writer’s block. Apalagi, kalau kamu rutin melakukan Free Writing, misalnya mengambil 10-15 menit waktu luang untuk menulis, maka kamu punya banyak tabungan ide yang siap menjadi bahan tulisan barumu.
2) Melatih kemampuan menulis
Dalam Free Writing, yang kamu lakukan hanyalah menulis. Kamu terdorong untuk menulis dengan kata-kata dan cara-cara yang kamu bisa, bahkan jika kamu kekurangan kosakata. Dengan Free Writing, kamu mungkin menemukan kosakata dan susunan kalimat yang belum pernah kamu pelajari dalam prosesnya. Oleh karenanya, kamu semakin fasih menulis dengan berbagai cara.
3) Memulai draft pertama
Free Writing menghasilkan ide mentah, otomatis kamu sudah punya draft pertama tulisan usai melakukannya. Untuk menyajikannya kepada pembaca, kamu hanya perlu membumbui dan memasaknya selama penyuntingan. Beri kalimat indah, tanda baca yang tepat, hingga kutipan-kutipan para bintang.
4) Meningkatkan konsistensi dan produktivitas
Saat kamu terhindar dari writer’s block, mampu menulis dengan baik, dan punya tabungan draft pertama, maka kamu tak perlu repot-repot mencari ide lagi. Yang kamu lakukan hanyalah menulis dan menulis. Kamu bisa menulis setiap waktu dan menghasilkan tulisan setiap hari.
Free Writing adalah kegiatan yang fleksibel dan effortless. Kamu bisa menulis apa pun, kapan pun, di mana pun.
Lagi naik ojek, menulis. Neduh di emperan toko, menulis. Nungguin balasan chat gebetan, menulis.
Selama ada waktu dan tempat, topik apa pun bisa ditulis.
Dengan banyaknya manfaat dan kemudahan dalam Free Writing, tidak ada alasan untuk menolaknya. Maka, lakukan Free Writing mulai sekarang dan terus hasilkan tulisan setiap hari!
Leave a Reply