Pelajaran Terbaik yang Saya Temukan di One Piece

“Kaizoku Ou ni, ore wa naru!” -Monkey D. Luffy.

Sejak pertama kali muncul di majalah Weekly Shonen Jump pada 22 Juli 1997, serial manga One Piece (1997) karya Eiichiro Oda telah memikat jutaan hati di bumi dengan petualangan seru Monkey D. Luffy, seorang bajak laut yang mengarungi lautan untuk mencari harta karun terbesar demi menjadi Raja Bajak Laut.

Ketika saya mengikuti One Piece di masa kecil, saya menyukainya sebagai hiburan yang asyik. Membaca One Piece terasa seperti hidup di sebuah dunia imajinatif yang penuh warna dan cerita. Ada binatang-binatang absurd, monster-monster seram, karakter-karakter keren, duel-duel kece, tempat-tempat aneh, momen-momen lucu, hingga kisah-kisah haru.

sumber: dok. Toei Animation/One Piece

Seiring waktu, sebagai orang yang suka membaca One Piece berulang-ulang, saya menemukan bahwa One Piece bukanlah hiburan yang memberi kesenangan semata, tapi juga sumber pelajaran hidup yang bisa menjadi bahan renungan saya sebelum tidur.

Sebagai contoh, dari karakter Sanji, saya belajar bahwa makanan adalah kebutuhan terpenting bagi manusia. Tentunya sandang, papan, dan uang tak kalah penting. Namun, jika dibandingkan dengan makanan, semua itu tidak ada nilainya. 

Meskipun punya uang yang banyak, tempat tinggal yang layak, dan pakaian-pakaian mewah, saya bakal mati bila tak memiliki sesuatu untuk dimakan. Jika saya terjebak di tengah situasi yang tidak memungkinkan saya untuk menemukan bahan makanan, saya pasti rela menukar semua harta benda saya demi memuaskan hasrat di perut. Bahkan, mungkin saya akan meniru tindakan Zeff, memakan kaki saya sendiri.

Dari semua pelajaran itu, pelajaran terbesar yang saya terima dipicu oleh satu pertanyaan yang mengusik kepala saya tiap kali membaca One Piece: Apa itu ONE PIECE?

ONE PIECE adalah Harta Karun Terbesar yang Misterius

Dalam serial manga One Piece, kata “One Piece” tidak hanya berperan sebagai judul, tapi juga nama harta karun terbesar yang ditinggalkan oleh sang Raja Bajak Laut, Gol D. Roger. 

Di awal cerita, sebelum dieksekusi mati, Roger berpesan kepada dunia bahwa ada harta karun yang dia tinggalkan di suatu tempat. Siapa pun yang mau memilikinya harus mencarinya sendiri. Orang yang berhasil menemukannya akan memiliki semua kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia, serta layak menyandang gelar sebagai Raja Bajak Laut. Maka, lahirlah era bajak laut.

sumber: dok. Toei Animation/One Piece

Selama menyelami One Piece, saya melihat para karakter yang rela bertumpah darah dengan bajak laut lainnya demi menemukan harta karun terbesar, ONE PIECE. Sayangnya, hingga 20 tahun sejak kematian Gol D. Roger, tiada seorang pun yang berhasil menemukannya. ONE PIECE senantiasa menjadi misteri bagi semua bajak laut.

Bahkan, meski One Piece sudah menginjak usia 27 tahun, harta karun terbesar itu juga menjadi misteri bagi para penggemar.

Eiichiro Oda tidak pernah memberi petunjuk yang jelas kepada pembacanya soal ONE PIECE. Di setiap bab, Oda lebih suka menyelipkan petunjuk-petunjuk buram soal ONE PIECE yang belum tentu mengarah ke sana demi mengecoh pembacanya sendiri. Semakin kita percaya pada petunjuknya, semakin kita menjauhi makna asli ONE PIECE. Selain Oda dan para asistennya, tak ada yang mengetahui soal ONE PIECE.

Dilanda rasa penasaran yang brutal, saya sempat membaca teori-teori tentang ONE PIECE dari para penggemar di berbagai media. Ada ribuan teori yang dicetuskan. Ada yang bilang ONE PIECE adalah persahabatan antara Monkey D. Luffy dan teman-temannya. Ada juga yang bilang ONE PIECE adalah momen ketika semua orang di dunia bersatu. Orang-orang juga bilang ONE PIECE adalah pesta terbesar di seluruh dunia.

Saya tidak bermaksud merendahkan opini orang. Setiap orang berhak menyatakan opini mereka. Saya pun menghargai teori-teori mereka. Namun, saya rasa opini mereka konyol.

sumber: dok. Toei Animation/One Piece

Sebagai orang yang mengikuti One Piece sejak kecil, saya paham bahwa ONE PIECE adalah rahasia terbesar dari serialnya. Semua orang ingin tahu isi harta karun legendaris ini. Akan tetapi, kalau ONE PIECE memang hal-hal yang disebutkan oleh para penggemar itu, saya tidak akan puas. Rasanya itu terlalu klise dan mudah ditebak. Saya pasti merasa penantian saya selama puluhan tahun hanya buang-buang waktu.

Selain itu, saya pun tidak percaya bahwa ONE PIECE hanyalah harta karun yang memberikan kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia. Saya sudah melihat banyak orang mempertaruhkan nyawa demi harta karun ini. Jika ONE PIECE adalah harta karun semacam itu, saya rasa itu terlalu dangkal.

Saya curiga Oda-sensei sudah mengecoh pembacanya sejak awal cerita. Saya yakin ONE PIECE punya makna yang jauh lebih besar dari apa yang telah disebutkan.

Hingga pada suatu hari, saat saya membaca One Piece bab 507 dalam volume 52, saya berhenti mencari arti ONE PIECE. Saya tidak menemukan jawaban konkret dan rasa penasaran saya belum terpuaskan, tapi saya merasa tidak ada lagi yang perlu dicari. Selain itu, saya menemukan prinsip hidup yang akan saya pegang teguh hingga saya meninggalkan dunia untuk selamanya.

Apa itu ONE PIECE?

Pada One Piece bab 507, Monkey D. Luffy menyatakan bahwa dia tidak mau tahu informasi soal ONE PIECE. Dia juga tidak peduli apakah ONE PIECE ada atau tiada. Kalau dia tahu jawabannya, dia rela berhenti sebagai bajak laut karena dia enggan melakukan petualangan yang membosankan.

Adegan itu cukup aneh jika dipikirkan. Sebagai orang yang ingin menjadi Raja Bajak Laut, ONE PIECE adalah tujuan utama dari petualangan Luffy. Dia seharusnya mencari informasi sebanyak mungkin tentang ONE PIECE untuk memperluas peluang kesuksesannya. Setidaknya, dia tahu bahwa dia menempuh jalan yang benar. Namun, dia justru memilih berhenti sebagai bajak laut jika mengetahuinya. Saya merasa tindakan ini bertolak belakang dengan tujuannya.

Meski demikian, adegan itu mengubah pandangan saya tentang cara menyikapi kehidupan dengan masa depan yang tidak terlihat dan penuh ketidakpastian ini.

sumber: dok. Toei Animation/One Piece

Sebagai seorang pemimpi di tengah keterbatasan hidup yang melimpah, tentunya saya sering takut jika tidak berhasil meraih impian saya. Setelah membaca adegan itu, saya sadar bahwa saya tidak perlu memikirkan masa depan itu sendiri. Yang perlu saya lakukan adalah berlayar ke tujuan dengan penuh keyakinan dan pertarungan.

Apakah saya berhasil meraih impian saya? Siapa belahan jiwa saya? Berapa banyak harta yang akan saya miliki? Di mana tempat tinggal saya? Bagaimana kondisi kesehatan saya? Itu semua adalah ONE PIECE di kehidupan saya yang sebaiknya menjadi misteri.

Kalau semua rahasia itu diungkap sekarang, rasanya kehidupan ini tidak berarti apa-apa lagi, dan tidak ada gunanya berjuang di kehidupan yang sudah tidak memiliki arti. Dengan kata lain, tiada yang perlu ditakuti asal saya terus berjuang untuk semua yang saya impikan, karena di situlah harta karun terbesar dari sebuah kehidupan berada.

Hidup Bahagia sebagai Raja Bajak Laut

sumber: dok. Toei Animation/One Piece

One Piece telah mengubah kehidupan saya ke arah yang jauh lebih baik. Saya menjadi orang yang tak takut untuk bermimpi. Meskipun hidup di tengah keterbatasan, saya akan mengejar semua harta karun di kehidupan saya dengan semua sumber daya yang saya punya.

Jika saya gagal, artinya petualangan saya belum berakhir. Saya tidak mau tenggelam menjadi kapal karam yang enggan mengarungi lautan. Saya harus menjadi bajak laut yang siap menerjang badai lautan dan ombak setinggi puncak.

Seperti apa harta karun yang akan saya temukan, tak ada seorang pun yang benar-benar mengetahuinya. Saya hanya percaya harta karun di kehidupan saya adalah sesuatu yang indah, mungkin lebih indah dari apa yang saya pikirkan, dan itulah alasan mengapa saya pasti bahagia saat menemukannya.

Saya akan berlayar ke laut untuk menemukan ONE PIECE di kehidupan saya dan hidup bahagia sebagai Raja Bajak Laut.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *